Lewati ke konten utama
GetReadyEnglish logoGetReadyEnglish

Cara Menentukan Target Belajar TOEFL dari Catatan Kesalahan

Ubah catatan kesalahan menjadi target latihan yang bisa diperiksa, tanpa bergantung pada janji kenaikan skor dalam waktu singkat.

Strategi BelajarTim GetReadyEnglish
Buku catatan kesalahan belajar dengan penanda warna dan rencana latihan berikutnya.

“Belajar grammar lebih banyak” adalah niat yang wajar, tetapi terlalu luas untuk menjadi tugas satu sesi. Target lebih mudah diperiksa jika menjelaskan keterampilan yang ingin dilatih, kegiatan yang dilakukan, dan bukti bahwa kamu memahaminya.

Mulai dari kesalahan yang benar-benar terjadi

Setelah latihan, jangan hanya menyimpan jumlah jawaban benar. Pilih satu kesalahan yang masih sulit kamu jelaskan. Tuliskan kalimat atau bagian materi yang memicu kebingungan, alasan memilih jawaban, lalu aturan atau bukti yang terlewat.

Bedakan antara “belum tahu aturan”, “tidak menangkap kata”, “salah membaca petunjuk”, dan “kehabisan waktu”. Label seperti “aku lemah di TOEFL” tidak cukup spesifik untuk membantu memilih latihan berikutnya.

Gunakan format catatan lima kolom

  1. Bagian: Listening, Structure, atau Reading.
  2. Temuan: kesalahan yang dapat ditunjukkan dari pekerjaanmu.
  3. Dugaan penyebab: pemahaman, bunyi, waktu, atau ketelitian.
  4. Latihan berikutnya: satu kegiatan yang sesuai dengan penyebab itu.
  5. Bukti pemahaman: penjelasan yang bisa kamu buat pada materi baru.

Kata “dugaan” membantu menjaga catatan tetap terbuka untuk diperbaiki. Jika hasil latihan baru menunjukkan masalah yang berbeda, ubah fokusnya. Catatan berfungsi sebagai alat mengambil keputusan, bukan label tetap tentang kemampuanmu.

Contoh: tertipu kata benda terdekat

Kalimat latihan orisinal: The collection of maps is on the shelf. Subjek intinya adalah collection; bagian of maps menjelaskan koleksi itu. Jika kamu memilih kata kerja hanya dengan melihat maps, catat bahwa kamu belum memisahkan subjek inti dari frasa tambahan.

Target sesi berikutnya dapat berbunyi: “Saya menandai subjek inti pada lima kalimat baru dan menjelaskan pasangan subjek–kata kerjanya.” Angka lima adalah contoh beban latihan yang bisa disesuaikan, bukan ukuran kelulusan atau jaminan kenaikan skor.

Bedakan hafalan jawaban dan penerapan pola

Benar pada soal yang sudah pernah dibaca belum cukup untuk memperlihatkan bahwa pola dapat digunakan pada kalimat baru. Ganti topik, kata benda, atau susunan frasanya. Sebelum membuka pembahasan, jelaskan mengapa jawabanmu sesuai dengan struktur kalimat.

Untuk contoh tadi, coba buat kalimat baru dengan subjek tunggal yang diikuti frasa benda jamak. Setelah itu, buat contoh dengan subjek jamak. Bandingkan bagian mana yang benar-benar menentukan bentuk kata kerjanya.

Ubah temuan menjadi satu sesi yang realistis

  • Buka kembali satu kesalahan dan tulis ulang alasannya.
  • Pelajari aturan atau petunjuk yang berkaitan.
  • Coba beberapa contoh baru tanpa melihat jawaban.
  • Periksa penjelasanmu, lalu catat satu hal yang belum selesai.

Durasi sesi dapat mengikuti waktu yang tersedia. Jika hari itu singkat, lebih baik menyelesaikan satu pola dengan alasan yang jelas daripada berpindah cepat ke banyak materi tanpa evaluasi. Ini saran pengelolaan latihan, bukan jadwal peningkatan skor yang dijamin.

Gunakan pola yang sama untuk Listening dan Reading

Untuk Listening, catat apakah masalahnya bunyi yang terlewat atau kesimpulan yang terlalu jauh. Coba latihan implied meaning. Untuk Reading, tulis kalimat pendukung setiap jawaban melalui latihan inference.

Kalau kendala ada pada batas klausa, lanjutkan ke relative clause. Gabungkan catatan ini dengan panduan belajar TOEFL, lalu gunakan prediction GRE sesuai kebutuhan evaluasimu. Hasil GRE bukan skor tes resmi ETS.

Catatan materi

Template dan contoh kalimat dibuat Tim GetReadyEnglish untuk latihan, bukan soal resmi ETS. Materi pendamping dapat diperiksa melalui direktori persiapan TOEFL ITP ETS.

Artikel terkait